Powered by Blogger.
RSS


Para penggemar Dee pasti puas dengan karyanya yang satu ini. Madre merupakan kumpulan cerita fiksi dan prosa pendek yang ditulis oleh Dee dalam lima tahun terakhir. Dee mengusung berbagai macam tema yang bahkan tidak memiliki benang merah satu dengan yang lain dan menjadikannya suatu kesatuan dalam buku berjudul Madre ini.

Meskipun aku kurang bisa menikmati beberapa prosa pendeknya, karena memang aku tidak terlalu menyukai hasil tulisan semacam itu, namun dua kisah fiksi yang salah satunya bahkan mendominasi isi separoh buku tersebut berhasil membuatku jatuh cinta. Kisah tentang perjuangan beberapa orang untuk membawa toko roti tua kembali ke masa emasnya merupakan kisah yang unik. Kalau dilihat dari temanya memang kisah ini terkesan terlalu biasa, namun Dee sukses menyulapnya menjadi kisah yang cantik dan menarik. Tapi, menurutku juaranya adalah Menunggu Layang-Layang. Fiksi pendek yang satu ini menyuguhkan kisah cinta yang tersamarkan oleh persahabatan. Memang klise, tapi lagi-lagi aku terpesona dengan cara Dee menuangkannya dalam bentuk tulisan, atau mungkin karena aku memang sangat menikmati cerita-cerita bergenre tersebut. Bagi yang suka sastra, silahkan segera mengambil bukunya di rak buku di toko terdekat. Jangan lupa bayar di kasir dulu sebelum membaca ya!


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS


Aku akan berkata jujur, buku ini adalah buku pertama yang berhasil mencampur adukkan perasaanku seolah aku benar-benar mengalami apa yang sedang dialami oleh para tokoh utamanya. Buku ini juga sukses membuatku menangis sesenggukan dan merasa sedih bukan main bahkan setelah selesai membacanya.

Ada yang bilang buku ini masuk ke dalam genre science fiction, namun ada pula yang merasa buku ini lebih dekat dengan genre realistic fiction karena potensinya untuk benar-benar terjadi di kehidupan nyata. Tidak penting mana yang benar, yang jelas aku sangat mengapresiasi karya Jodi Picoult yang satu ini.

Anna Fitzgerald dilahirkan dengan tujuan utama untuk menyelamatkan Kate, kakak perempuannya yang menderita leukimia. Oleh karena itu, di usianya yang baru menginjak 13 tahun dia sudah mengalami berkali-kali operasi dan transfusi, sampai akhirnya sang ibu meminta dia memberikan ginjalnya untuk Kate. Saat itulah Anna membuat keputusan yang memecah belah keluarganya, dia akan menggugat keluarganya dengan bantuan seorang pengacara agar dia bisa memperolah hak atas tubuhnya sendiri. Tentu saja sang ibu- yang memang terkesan rela memberikan segalanya untuk Kate mengutuk habis-habisan perbuatan Anna dan berusaha untuk membatalkan niat putrinya itu.

Akhir ceritanya sungguh tidak terduga, yaitu berakhir dengan... Well sepertinya lebih baik aku tidak mengatakannya disini karena akan mengurangi sensasi kejutannya. Menurutku, tidak akan ada akhir yang mudah bagi Anna dan Kate sejak awal. Jadi pilihan Jodi Picoult sebagai ending kali ini menurutku adalah yang paling sempurna sekaligus brilian. Namun memang terkesan sangat tragis sehingga aku tidak mampu membendung emosi dan air mataku.

Secara keseluruhan, buku ini lebih dari sekedar wajib baca! Dengan menggunakan 6 tokoh secara bergantian sebagai pencerita- Anna, Sara (sang ibu), Brian (sang Ayah), Jesse (kakak laki-laki Anna dan kate), Campbell (pengacara Anna) dan Julia (pendamping Anna), Jodi Picoult berhasil membuat pembacanya memahami emosi dari masing-masing tokoh dan bagaimana mereka melihat suatu masalah dengan sudut pandang berbeda satu sama lain.
Kesimpulan yang aku ambil setelah menyelesaikan buku ini adalah tidak ada pilihan yang mudah, terlebih saat melibatkan dua pihak yang sama-sama kita sayangi. Ada kalanya kita melakukan hal yang menurut kita benar, tapi justru berakhir sangat salah. Namun itu masih lebih baik dibanding bila kita memilih untuk tidak melakukan apa-apa, karena itu berarti kita tidak peduli pada mereka.

This is totally a five star!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS