"The memory that was not mine was so frighteningly strong and clear that it sliced through my control- overwhelmed the detchment, the knowledge that this was just a memory and not me. Sucked into the hell that was the last minute of her life, I was she, and we were running." - Wanderer.
Jatuh cinta sama Edward Cullen dan Bella Swan? Maka kemungkinan besar kamu juga akan menyukai buku yang satu ini. Ditulis oleh pengarang yang sama, Stephenie Meyer, The Host juga merupakan buku yang menurutku wajib baca!
Sesuai dengan genrenya, buku ini berseting di planet bumi yang telah diinvasi oleh 'jiwa-jiwa' yang menggunakan tubuh manusia sebagai inang mereka untuk bisa menjalani hidup layaknya manusia normal. Cerita berawal ketika salah satu 'jiwa' yang bernama Wanderer dimasukkan ke tubuh seorang manusia bernama Melanie Stryder. Namun, seiring dengan waktu, Wanderer mulai menyadari bahwa ingatan Melanie belum sepenuhnya terhapus. Melanie semakin sering mengisi pikiran Wanderer dengan kenangan-kenangan selama dia masih hidup, termasuk tentang Jared, kekasih yang dicintainya yang sekarang sedang sembunyi entah dimana.
Wanderer pun semakin dikagetkan dengan kenyataan bahwa ternyata jiwa Melanie terlalu kuat sehingga masih mampu berkomunikasi dengan jiwanya! Karena tidak bisa memisahkan pikirannya dengan pikiran Melanie, Wanderer pun mulai jatuh cinta terhadap Jared yang dikenalnya lewat ingatan-ingatan Melanie. Pada akhirnya Wanderer memutuskan untuk bersekutu dengan Melanie dan pergi mencari Jared. Dari situlah perjalan yang menegangkan pun dialami oleh kedua jiwa dalam satu tubuh tersebut sampai pada akhirnya membawa mereka ke suatu tempat persembunyian dimana Jared berada.
Namun kenyataan bahwa tubuh Melanie sudah diinvasi oleh jiwa Wanderer membuat keadaan tidak segampang yang Melanie bayangkan. Ada beberapa pihak yang menginginkan kematiannya, termasuk Jared. Kisah cinta segitiga antara Melanie, Wanderer dan Jared membuat buku ini semakin menarik untuk dibaca. Buat kamu yang tidak menyukai science fiction, kamu akan dibuat jatuh cinta olehnya.
Buku ini terbilang cukup tebal yaitu dengan 809 halaman- meskipun ada beberapa versi lain yang menyebutkan buku ini berkisar antara 600 halaman. Akan tetapi, buat kamu yang kompeten dalam bahasa Inggris, kamu akan menemukan buku ini ringan tapi cerdas. Seperti halnya Twilight, Stephenie Meyer berhasil memaparkan suatu bentuk dunia yang berbeda dengan sangat menarik, gamblang sekaligus mampu membawa pembacanya ikut berpetualang di dalamnya seolah itu dunia yang sudah lama kita kenal. Aku sudah membaca buku ini lebih dari 3 kali dan masih terus ingin membacanya. Gabungan antara science fiction dan romance membuat The Host menjadi salah satu buku yang akan aku tempatkan di puncak rak bukuku sesuai dengan penilaian yang aku berikan.
Buku ini memberi suatu pelajaran tentang kekuatan cinta yang begitu besar dan (menurutku yang paling utama) arti menjadi seorang manusia yang saling menyayangi antar sesama, terlepas dari hubungan keluarga yang mungkin tidak dimiliki oleh makhluk lain di bumi ini.
Namun, ada beberapa bagian deskripsi yang terlalu panjang yang membuat ceritanya terkesan lamban. Memang menurutku buku ini tidak lebih bagus dari keempat serial Twilight Saga, namun The Host tetap aku masukkan ke list a you-should-read book. Selamat hunting!








